Senin, 05 Mei 2014

Empat Langkah Kesempurnaan Amal Ibadah

Janganlah engkau meniru mereka yang menganggap Tuhannya adalah pedagang. Yaitu mereka yang gemar melakukan ibadah agar bisa masuk surga, dan tidak ada keinginan sama sekali untuk bertemu Tuhannya. Mereka menganggap kenikmatan surga dapat ditukar amal ibadahnya, padahal Allah Maha Kuasa tidak membutuhkan sedikitpun dari amal ibadah dan pujian mereka.
Dan saat malaikat menghadap Tuhan membawa catatan amalan Si Fulan “Ya Allah, kami membawa catatan Si Fulan yang selama di dunia diisi dengan amal ibadah kepada Mu. Sepatutnyalah Engkau masukan ia ke Surga- Mu”. Jawab Tuhan "Tidak! Campakan catatan dan pemiliknya ke neraka, karena aku tidak membutuhkan amalan ibadah manusia".
-------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya ada empat langkah yang tidak bisa salah satu ditinggalkan sehingga bisa mencapai kesempurnaan dari amal ibadah yang engkau lakulan, yaitu; Syariat, Tharekat, Hakikat, dan Ma’rifat.
Asy-syari’atu aqwali wath-thariqatu af’ali wal-haqiqatu ahwali al-ma’rifatu sirri[1]- Syariat itu perkataanku, Tharekat itu perbuatanku, Hakikat itu tingkah lakuku dan Ma’rifat rahasiaku”. Apabila engkau telah mencapai Ma’rifat, maka terbukalah tirai hingga antara engkau dan Allah menjadi sepandangan. Dalam keadaan yang demikian itu maka engkau tidak melihat wujud alam semesta dan dirimu sendiri kecuali Allah. Man nazhara ila syai’in wa lam yarallaha fihi fahuwa bathilun – Barang siapa yang memandang sesuatu dan ia tidak melihat Allah disesuatu tersebut, maka dia itu sia-sia[2]” Demikian juga dikatakan, “Man ra’aitu syai’an illa wa ra’aitullaha fihi – Aku tidak melihat sesuatu melainkan aku melihat Allah di dalamnya[3]”.
Keempat langkah tersebut apabila dapat melaksanakan maka engkau akan bisa merasakan rasa yang sejati-sejatinya rasa[4]
[1]Al Hadist.
[2] Al Hadist.
[3] Perkataan Ali Bin Abi Thalib.
[4] Rasa yang sejati-sejatinya rasa, adalah rasa yang nikmat tidak ada tandinganya walaupun dibandingkan dengan kenikmatan surga.

0 komentar:

Posting Komentar